INDONESIA
NEGARA KARUNIA ILAHI
Alqur’an
surat al-Kahfi (18) ayat (17) "Dan kamu akan melihat matahari ketika terbit,
condong dari gua mereka kesebelah kanan, dan bila matahari itu terbenam,
menjauhi mereka kesebelah kiri, mereka berada dalam tempat yang luas digua itu".
Itu adalah sebagian dari tanda-tanda kebesaran Allah. Orang-orang yang diberi
petunjuk oleh Allah maka orang-orang itulah yang mendapatkannya. Dan orang-orang
yang disesatkanNya, maka kamu tidak akan mendapat pemimpin yang dapat
membimbingnya.
Ayat
Alqur’an yang dinukil ini terdapat didalam kandungan surat al-Kahfi, termasuk
surat-surat Makkiyah. Al-Kahfi artinya gua. Ashabul kahfi artinya para penghuni
gua, kisah ini terdapat dalam ayat 9 sd. Ayat 26. Tujuan menukil ayat 17 ini,
berharap dapat mengetahui kemungkinan lokasi Gua Ashabul Kahfi yang sekiranya
tepat. - place of sunrise – (tempat matahari terbit) dan - place of sunset – (tempat
matahari terbenam) dapat dilihat dari suatu tempat di garis khatulistiwa, yang
mana matahari terbit dari arah kanan yakni timur, dan terbenam diarah kiri
yakni barat .
Di peta
dunia garis khatulistiwa yang membujur dari timur ke barat, dapat dilihat
matahari terbit dari timur dari kepulauan Kiribati di samudra Pasific. Dan
terbenam di barat di kepulauan Maladewa di samudra Hindia . Sedangkan kepulauan
Indonesia terletak di garis khatulistiwa juga, berada diantara dua tempat
terbit dan terbenam matahari tersebut. Kalimat selanjutnya mereka berada
didalam tempat yang luas (فجوة) didalam gua itu. Kalau kata فجوة yang berarti
tempat luas, dimaknai secara alegoris sebagai Indonesia, maka Alqur’an S. 18/17
ini boleh jadi menunjuk lokasi ashabul kahfi itu adalah Indonesia.
GARWO AGUNG
YANG TERLUPAKAN - Kisah tentang ashabul kahfi diungkap oleh alqur’an pada abad
VII ± tahun 620 M tatkala nabi Muhammad Rasulullah s.a.w. dalam priode Makkah.
Pada abad yang sama, nama Indonesia belum ada dalam peta dunia. Baru ada Garbo/
Kandungan Agung yang akan melahirkan Indonesia. Masyarakat dunia mungkin, baru
mengenal Kerajaan Sriwijaya Palembang dan Kerajaan Melayu Jambi di Sumatra.
Prasasti yang dapat dijadikan pegangan atas keberadaannya, pertama prasasti
bertanggal 31 April 689, prasasti ke II tahun 684 dan prasasti ke III tahun
686. Sriwijaya berpengaruh sampai abad XII M. - Sedangkan di Pulau Jawa pada
abad yang sama ± tahun 607 M diceritakan adanya penguasa kerajaan yang rajanya
bernama Parikesit putra dari pada Abimanyu, cucu Arjuna, cicit dari pada Pandu
Dewanata dan moyang dari pada begawan Abiyasa ± tahun 489 M. (silsilah garis
keluarga keatas) sedang silsilah garis keluarga kebawah hingga generasi ke X ±
tahun 830 diceritakan : Udiana, Angling Darmo, Jaya Misana, Puspa Jaya, Puspa
Wijaya, Kusuma Wichitra, Aji Nirmala, Bisura Chempaka, Angling Dria, Aji Jaya
Baya (± tahun 830 M). Pusat dan kedudukan pemerintahannya di Astina, Malawa
Pati, Medang Kemulan. Sebagian bangsa Indonesia hari ini, terhadap nama-nama
penguasa dan tempat pemerintahan mereka hanya dapat mendengar dari cerita
pewayangan, itupun bagi mereka yang menyukainya. - Selanjutnya Garwo Agung yang
akan melahirkan Indonesia setelah kerajaan Medang Kemulan (Prambanan), berdiri
kerajaan Jenggolo (anjing pemburu) dihutan Janggawan dekat Surabaya pada tahun
+ 892 – 1000 M. Kerajaan Korifan/Medang Kemulan II pada tahun ± 1000 M,
Pejajaran pada tahun 1158 - 1228 dan Majapahit pada tahun 1232 – 1474 M. Semua
kerajaan yang disebut, merupakan era kerajaan Hindu dan Budha. - Kemudian era
kekuasaan di Jawa beralih kepada penguasa-penguasa Kesultanan. Dimulai dari
Kesultanan Demak ± 1477. Pajang 1503 M. Mataram 1540. Kerta Sura 1603, Sura
Karta 1675 dan Jogyakarta 1682. - Periode selanjutnya adalah kekuasaan
Kesultanan (Sultan-sultan yang berada di Jawa dan pulau-pulau luar Jawa) dan
kekuasaan bangsa Eropa. Bangsa Portugis masuk ke Ternate pada tahun 1512,
Bangsa Spanyol masuk ke Tidore 1521. Sedangkan bangsa Belanda melalui VOC
memenangkan penguasaan pulau-pulau penghasil rempah-rempah (merupakan komuditas
yang sangat diperlukan oleh masyarakat Dunia).
Wilayah-wilayah
tersebut selanjutnya sebagai Hindi Belanda Timur (1610) . Sejak tahun 1619
Belanda menghancurkan Jayakarta dan mengusir penguasanya (Pangeran Jayakarta).
Diatas reruntuhan kota Jayakarta itu , didirikan kota Batavia Modern, yang
menjadi ibu kota Wilayah-wilayah pendudukan Belanda di Hindia Timur. Bahkan
Batavia tempat semua perintah dan kebijakan yang berlaku terhadap
Wilayah-wilayah VOC di Asia. Bangsa Belanda menjalankan kekuasaannya di Hindia
Timur ini dalam dua periode .
Periode VOC
dimulai sejak didirikannya 1602 sd. 31 Desember 1799, diteruskan oleh kekuasaan
langsung Kerajaan Negeri Belanda sejak 1800 hingga 17 Agustus 1945. Banyak sesuatu
yang membahayakan namun bermanfaat : ربّ ضارّة نافعة Frasa yang disampaikan
ini, merupakan kata-kata hikmah ضارّة bahaya/yang membahayakan.Berbentuk
penguasaan ekonomi dengan sistim monopoli secara intensif dibarengi expansi
teritorial secara extensif, yang dilakukan Belanda terhadap Hindia Timur,
setelah melumpuhkan kekuasaan seluruh Kesultanan. Tidak hanya di Jawa,
diseluruh Hindia Timur lumpuh. Dalam tahun 1870 sd 1910 proses pemaksaan
ketergantungan pemerintahan para Sultan kepada Belanda telah wujud secara
efektif dan menyeluruh, dari Sabang sampai Marouke. Peta Poleksosbudhankam
Hindia Timur telah sempurna dalam genggaman Belanda (yang disadari kemudian
sebagai penjajah). Itulah ضارّة , bahaya besar. Kelompok bangsa penghuni wilaya
yang sangat luas ini (فجوة) kehilangan identitas, harga diri dan martabat.
Menjadi bangsa terbelenggu oleh tidur panjang dengan berbagai mumpi buruk .
Namun dibalik itu semua terdapat manfaat نافعة yang menghampar,
Pertama:
Wilayah-wilayah Hindia Timur telah menyatu dalam kontrol administrasi yang
rapi, keadaan yang tidak terbayangkan bisa terjadi bila dibawah kontrol
kesultanan, baik Jawa, luar Jawa, mahupun oleh kerajaan Pajajaran mahupun
Majapahit dan lain-lain yang ada.
Kedua :
Didalam wilayah yang terbentang luas ini Bahasa Belanda tidak menjadi
linguafranka, namun justru bahasa melayu dengan berbagai dialek yang dominan.
Ketiga :
Didalam tidur panjang yang penuh mimpi buruk itu masih ada yang mimpi indah,
membayangkan betapa indahnya arti memiliki sesuatu kebangsaan yang sesuai
dengan nurani bathiniyah . Pemuda Menampilkan Indonesia Dalam kisah ashabul
kahfi, mereka ditidurkan oleh Allah selama 309 tahun (18/25) Dan mereka tinggal
didalam gua, tiga ratus tahun dan ditambah 9 tahun lagi. Tiga ratus sembilan tahun
mereka tidur, kita coba mentafsirkannya secara alegoris kepada bangsa yang
menghuni tempat luas (فجوة) yang bernama Hindi Belanda Timur. Berapa lama
mereka tidur ? Kita perhatikan terlebih dahulu masa bangkit mereka . Selalunya
kebangkitan itu dimulai dari sekelompok pemuda potensial, yang dapat membawa
kebangkitan kelompok yang lebih besar dan luas.
Didalam
kisah ashabul kahfi disebutkan ( 18/13 ) إِنَّهُمْ فِتْيَةٌ آمَنُوا بِرَبِّهِمْ
وَزِدْنَاهُمْ هُدًى Sesungguhnya mereka itu adalah para pemuda yang beriman
kepada Tuhan dan kami tambahkan kepada mereka petunjuk. Pemuda penghuni Negara
Hindia Belanda bangkit untuk menampilkan sebuah negara yang sesuai dengan olah
fikir kesadaran dan olah batin ketulusan. Menampilkan sebuah bangsa, yang
walaupun tersusun dari berbagai macam perbedaan dan ketidaksamaan. Menampilkan
bahasa, sebagai sarana mengkomunikasikan budaya, disadari bahwa bahasa adalah
budaya, dan budaya adalah bahasa. Para pemuda menciptakan konsensus diwujudkan
dalam bentuk Sumpah. Satu Nusa Satu Bangsa Satu Bahasa Indonesia. Sejarah
mencatat proklamasi Sumpah tersebut tanggal 28/10/1928 M. Tidak ada lagi Negara
dan Bangsa Hindia Belanda, Mataram, Pejajaran, Majapahit, Sriwijaya dan
lain-lain, semua tinggal sejarah, yang ada hanyalah Indonesia yang harus
diperjuangkan, sebagai Negara dan Bangsa yang berdaulat, berharga diri
bermartabat.
Kembali
kepada pertanyaan berapa lama Bangsa Hindia Belanda/Pemuda Bangsa Hindia
Belanda tidur dengan mimpi buruk ? Jawabannya adalah : Penghancuran kota
Jayakarta dan disingkirkan penguasanya (Pengeran Jayakarta) oleh VOC yang
dilanjutkan dengan pembangunan Kota Batavia Modern diatas reruntuhan Jayakarta
adalah pada tahun 1619 M . Kota Batavia menjadi Ibu Kota Hindia Timur dan pusat
segala kegiatan VOC di Asia. Ketika itulah Negara dan Bangsa Hindia Belanda
mulai tidur, walau seolah-olah jaga. Tahun 1619 tidur dan bangkit tahun 1928,
kalau dijumlahkan tahun lama tudurnya adalah 309 tahun seperti kisah ashabul
kahfi. Indonesia Karunia Ilahi Indonesia sebuah nama Karunia Ilahi dari proses
berfikir dan berjuang untuk mendapatkannya, dibarengi dengan pendekatan ilmu
untuk menemukan yang benar.
Hikmat
manfaat dari bencana penjajahan yang membelenggu bangsa begitu lama, bangsa
dengan izin Tuhan mampu meletakan asas yang kokoh untuk kehidupan berbangsa dan
bernegara. Asas yang dapat didirikan sebuah rumah besar diatasnya, yang dapat
dihuni oleh seluruh warga bangsanya. Rumah besar Indonesia yang wilayahnya
meliputi wilayah administrasi bekas Hindia Belanda, diproklamirkan pada 17
Agustus 1945. Sebagai Negara Indonesia yang merdeka, bersatu, berdaulat, adil
dan makmur, yang terbentuk dalam suatu susunan Negara Republik Indonesia, yang
berkedaulatan rakyat, dengan berdasar kepada Ketuhanan Y.M.E. Kemanusiaan yang
adil dan beradab, Persatuan Indonesia, dan Kerakyatan yang di Pimpin oleh
Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan/Perwakilan, serta dengan mewujudkan
suatu keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.
Lima Dasar
inilah yang harus selalu membimbing dan dijadikan pembimbing oleh bangsa
Indonesia. Lima Dasar Negara Indonesia ini harus selalu menjadi ibnu wakti dalam pengertian suatu kehadiran secara total
pada setiap waktu. Manusia Indonesia yang memiliki Dasar Ketuhanan Y.M.E.,
harus dapat menghadirkanNya dalam setiap menjalankan darma baktinya kepada
Tuhan kepada sesama dan kepada lingkungan hidupnya. Mengimani Tuhan berarti
seseorang harus selalu mewujudkan kebajikan dalam bentuk pengabdian kepadaNya
dengan setulus pengabdian, seakan seseorang itu melihatnya, dan jika tidak
mampu melihatNya semestinya seseorang itu sadar, bahwa sesungguhnya Tuhan
melihatnya.
Dasar
Kemanusiaan yang Adil dan Beradab. Suaru gambaran manusia sempurna, karenanya
merupakan manusia universal, dalam kata lain “Insan Kamil” karena Tuhan
menciptakan manusia dalam rupaNya (‘ala suratihi). Manusia universal memiliki
sifat al adl / keadilan, dalam rangka menegakan kebenaran kepada siapapun tanpa
kecuali, walaupun akan merugikan dirinya sendiri, tidak berat sebelah, tidak
memihak. Kemanusiaan yang Adil hanya berpihak kepada Kebenaran. Manusia
universal adalah yang bermoral,dan beradab. Kemanusiaan yang beradab, bermoral,
berkesopanan, selalu menjadi sangat penting di jaman modern ini maupun dijaman
apapun .
Dasar
Persatuan Indonesia : Menuju terwujudnya Persatuan Bangsa Indonesia . Menuju
terwujudnya Persatuan Negara Indonesia. Kesatuan wujud Bangsa Indonesia
Kesatuan Wujud Negara Indonesia. Negara Indonesia realitanya terdiri dari
berbagai kepulauan besar dan kecil. Bangsanya pun terdiri dari berbagai suku
bangsa. Budaya, agama, adat istiadat laksana garis yang terpotong-potong yang
harus dipersatukan dalam garis persatuan Indonesia.
Dasar
kerakyatan yang dipimpim oleh Hikmah Kebijaksanaan dalam Permusyawaran
Perwakilan. Dasar ini mengandung makna perwujudan republik dan demokrasi, yang
senantiasa praktis bukan tioritis yang dibimbing oleh Hikmah Kebijaksanaan
berbentuk kepintaran dan kemampuan mencapai hasil menyusun rencana yang benar
untuk mencapai dan memperoleh hasil yang dikehendaki. Tempat kedudukan Hikmah
Kebijaksanaan ialah hati, pusat keputusan moral dan intelektual. Bangsa yang
memiliki kecakapan teknis disebut bangsa yang bijaksana. Para pemimpin secara
khusus mempubutuhkan hikmat. Pada mereka bergantung keputusan-keputusan yang tepat
dalam sosial politik. Tegasnya, Hikmat Kebijaksanaan yang menjadi pimpinan
Kerakyatan dan Permusyawaratan adalah segala sesuatu yang dikumpulkan dari
pengetahuan tentang jalan-jalan Allah Tuhan Y.M.E. dan menerapkannya dalam
hidup sehari-hari.
Dasar Mewujudkan
suatu Keadilan Sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. Keadilan pengertiannya
sangat dekat dengan kebenaran. Bahwa untuk itu harus ada cara yang benar bagi
seseorang maupun penguasa untuk membawakan diri dan cara yang benar untuk
memperlakukan orang lain. Perangai atau tingkah laku ini dapat dipaksakan
secara hukum. Jalan yang benar, berarti jalan-jalan yang bisa dijalani oleh
manusia. Karena ukuran tertinggi dalam hidup manusia diturunkan dari Tuhan.
Kehendak Tuhan supaya hidup manusia sungguh-sungguh sesuai dengan susila yang
dikehendakinya. Dasar kelima ini adalah memimpin bangsa dan negara kedalam
keadilan dan kebenaran sehingga semua rakyat Indonesia mengetahuinya,
melakukannya, dan hidup didalamnya dan mentaatinya. Karenanya mari kita
wujudkan, kita tumbuh kembangkan didalam negara Indonesia Tanah Air Kita.
Al-Zaytun, 01 Syawwal 1434 H 08
Agustus 2013 M, DR. AS. Panji Gumilang (Syaykh Al-Zaytun)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar