Sabtu, 06 September 2014

KHUTBAH IDUL FITHRI 1434 H/2013 M

 INDONESIA NEGARA KARUNIA ILAHI
Alqur’an surat al-Kahfi (18) ayat (17) "Dan kamu akan melihat matahari ketika terbit, condong dari gua mereka kesebelah kanan, dan bila matahari itu terbenam, menjauhi mereka kesebelah kiri, mereka berada dalam tempat yang luas digua itu". Itu adalah sebagian dari tanda-tanda kebesaran Allah. Orang-orang yang diberi petunjuk oleh Allah maka orang-orang itulah yang mendapatkannya. Dan orang-orang yang disesatkanNya, maka kamu tidak akan mendapat pemimpin yang dapat membimbingnya.
Ayat Alqur’an yang dinukil ini terdapat didalam kandungan surat al-Kahfi, termasuk surat-surat Makkiyah. Al-Kahfi artinya gua. Ashabul kahfi artinya para penghuni gua, kisah ini terdapat dalam ayat 9 sd. Ayat 26. Tujuan menukil ayat 17 ini, berharap dapat mengetahui kemungkinan lokasi Gua Ashabul Kahfi yang sekiranya tepat. - place of sunrise – (tempat matahari terbit) dan - place of sunset – (tempat matahari terbenam) dapat dilihat dari suatu tempat di garis khatulistiwa, yang mana matahari terbit dari arah kanan yakni timur, dan terbenam diarah kiri yakni barat .
Di peta dunia garis khatulistiwa yang membujur dari timur ke barat, dapat dilihat matahari terbit dari timur dari kepulauan Kiribati di samudra Pasific. Dan terbenam di barat di kepulauan Maladewa di samudra Hindia . Sedangkan kepulauan Indonesia terletak di garis khatulistiwa juga, berada diantara dua tempat terbit dan terbenam matahari tersebut. Kalimat selanjutnya mereka berada didalam tempat yang luas (فجوة) didalam gua itu. Kalau kata فجوة yang berarti tempat luas, dimaknai secara alegoris sebagai Indonesia, maka Alqur’an S. 18/17 ini boleh jadi menunjuk lokasi ashabul kahfi itu adalah Indonesia.
GARWO AGUNG YANG TERLUPAKAN - Kisah tentang ashabul kahfi diungkap oleh alqur’an pada abad VII ± tahun 620 M tatkala nabi Muhammad Rasulullah s.a.w. dalam priode Makkah. Pada abad yang sama, nama Indonesia belum ada dalam peta dunia. Baru ada Garbo/ Kandungan Agung yang akan melahirkan Indonesia. Masyarakat dunia mungkin, baru mengenal Kerajaan Sriwijaya Palembang dan Kerajaan Melayu Jambi di Sumatra. Prasasti yang dapat dijadikan pegangan atas keberadaannya, pertama prasasti bertanggal 31 April 689, prasasti ke II tahun 684 dan prasasti ke III tahun 686. Sriwijaya berpengaruh sampai abad XII M. - Sedangkan di Pulau Jawa pada abad yang sama ± tahun 607 M diceritakan adanya penguasa kerajaan yang rajanya bernama Parikesit putra dari pada Abimanyu, cucu Arjuna, cicit dari pada Pandu Dewanata dan moyang dari pada begawan Abiyasa ± tahun 489 M. (silsilah garis keluarga keatas) sedang silsilah garis keluarga kebawah hingga generasi ke X ± tahun 830 diceritakan : Udiana, Angling Darmo, Jaya Misana, Puspa Jaya, Puspa Wijaya, Kusuma Wichitra, Aji Nirmala, Bisura Chempaka, Angling Dria, Aji Jaya Baya (± tahun 830 M). Pusat dan kedudukan pemerintahannya di Astina, Malawa Pati, Medang Kemulan. Sebagian bangsa Indonesia hari ini, terhadap nama-nama penguasa dan tempat pemerintahan mereka hanya dapat mendengar dari cerita pewayangan, itupun bagi mereka yang menyukainya. - Selanjutnya Garwo Agung yang akan melahirkan Indonesia setelah kerajaan Medang Kemulan (Prambanan), berdiri kerajaan Jenggolo (anjing pemburu) dihutan Janggawan dekat Surabaya pada tahun + 892 – 1000 M. Kerajaan Korifan/Medang Kemulan II pada tahun ± 1000 M, Pejajaran pada tahun 1158 - 1228 dan Majapahit pada tahun 1232 – 1474 M. Semua kerajaan yang disebut, merupakan era kerajaan Hindu dan Budha. - Kemudian era kekuasaan di Jawa beralih kepada penguasa-penguasa Kesultanan. Dimulai dari Kesultanan Demak ± 1477. Pajang 1503 M. Mataram 1540. Kerta Sura 1603, Sura Karta 1675 dan Jogyakarta 1682. - Periode selanjutnya adalah kekuasaan Kesultanan (Sultan-sultan yang berada di Jawa dan pulau-pulau luar Jawa) dan kekuasaan bangsa Eropa. Bangsa Portugis masuk ke Ternate pada tahun 1512, Bangsa Spanyol masuk ke Tidore 1521. Sedangkan bangsa Belanda melalui VOC memenangkan penguasaan pulau-pulau penghasil rempah-rempah (merupakan komuditas yang sangat diperlukan oleh masyarakat Dunia).
Wilayah-wilayah tersebut selanjutnya sebagai Hindi Belanda Timur (1610) . Sejak tahun 1619 Belanda menghancurkan Jayakarta dan mengusir penguasanya (Pangeran Jayakarta). Diatas reruntuhan kota Jayakarta itu , didirikan kota Batavia Modern, yang menjadi ibu kota Wilayah-wilayah pendudukan Belanda di Hindia Timur. Bahkan Batavia tempat semua perintah dan kebijakan yang berlaku terhadap Wilayah-wilayah VOC di Asia. Bangsa Belanda menjalankan kekuasaannya di Hindia Timur ini dalam dua periode .
Periode VOC dimulai sejak didirikannya 1602 sd. 31 Desember 1799, diteruskan oleh kekuasaan langsung Kerajaan Negeri Belanda sejak 1800 hingga 17 Agustus 1945. Banyak sesuatu yang membahayakan namun bermanfaat : ربّ ضارّة نافعة Frasa yang disampaikan ini, merupakan kata-kata hikmah ضارّة bahaya/yang membahayakan.Berbentuk penguasaan ekonomi dengan sistim monopoli secara intensif dibarengi expansi teritorial secara extensif, yang dilakukan Belanda terhadap Hindia Timur, setelah melumpuhkan kekuasaan seluruh Kesultanan. Tidak hanya di Jawa, diseluruh Hindia Timur lumpuh. Dalam tahun 1870 sd 1910 proses pemaksaan ketergantungan pemerintahan para Sultan kepada Belanda telah wujud secara efektif dan menyeluruh, dari Sabang sampai Marouke. Peta Poleksosbudhankam Hindia Timur telah sempurna dalam genggaman Belanda (yang disadari kemudian sebagai penjajah). Itulah ضارّة , bahaya besar. Kelompok bangsa penghuni wilaya yang sangat luas ini (فجوة) kehilangan identitas, harga diri dan martabat. Menjadi bangsa terbelenggu oleh tidur panjang dengan berbagai mumpi buruk . Namun dibalik itu semua terdapat manfaat نافعة yang menghampar,
Pertama: Wilayah-wilayah Hindia Timur telah menyatu dalam kontrol administrasi yang rapi, keadaan yang tidak terbayangkan bisa terjadi bila dibawah kontrol kesultanan, baik Jawa, luar Jawa, mahupun oleh kerajaan Pajajaran mahupun Majapahit dan lain-lain yang ada.
Kedua : Didalam wilayah yang terbentang luas ini Bahasa Belanda tidak menjadi linguafranka, namun justru bahasa melayu dengan berbagai dialek yang dominan.
Ketiga : Didalam tidur panjang yang penuh mimpi buruk itu masih ada yang mimpi indah, membayangkan betapa indahnya arti memiliki sesuatu kebangsaan yang sesuai dengan nurani bathiniyah . Pemuda Menampilkan Indonesia Dalam kisah ashabul kahfi, mereka ditidurkan oleh Allah selama 309 tahun (18/25) Dan mereka tinggal didalam gua, tiga ratus tahun dan ditambah 9 tahun lagi. Tiga ratus sembilan tahun mereka tidur, kita coba mentafsirkannya secara alegoris kepada bangsa yang menghuni tempat luas (فجوة) yang bernama Hindi Belanda Timur. Berapa lama mereka tidur ? Kita perhatikan terlebih dahulu masa bangkit mereka . Selalunya kebangkitan itu dimulai dari sekelompok pemuda potensial, yang dapat membawa kebangkitan kelompok yang lebih besar dan luas.
Didalam kisah ashabul kahfi disebutkan ( 18/13 ) إِنَّهُمْ فِتْيَةٌ آمَنُوا بِرَبِّهِمْ وَزِدْنَاهُمْ هُدًى Sesungguhnya mereka itu adalah para pemuda yang beriman kepada Tuhan dan kami tambahkan kepada mereka petunjuk. Pemuda penghuni Negara Hindia Belanda bangkit untuk menampilkan sebuah negara yang sesuai dengan olah fikir kesadaran dan olah batin ketulusan. Menampilkan sebuah bangsa, yang walaupun tersusun dari berbagai macam perbedaan dan ketidaksamaan. Menampilkan bahasa, sebagai sarana mengkomunikasikan budaya, disadari bahwa bahasa adalah budaya, dan budaya adalah bahasa. Para pemuda menciptakan konsensus diwujudkan dalam bentuk Sumpah. Satu Nusa Satu Bangsa Satu Bahasa Indonesia. Sejarah mencatat proklamasi Sumpah tersebut tanggal 28/10/1928 M. Tidak ada lagi Negara dan Bangsa Hindia Belanda, Mataram, Pejajaran, Majapahit, Sriwijaya dan lain-lain, semua tinggal sejarah, yang ada hanyalah Indonesia yang harus diperjuangkan, sebagai Negara dan Bangsa yang berdaulat, berharga diri bermartabat.
Kembali kepada pertanyaan berapa lama Bangsa Hindia Belanda/Pemuda Bangsa Hindia Belanda tidur dengan mimpi buruk ? Jawabannya adalah : Penghancuran kota Jayakarta dan disingkirkan penguasanya (Pengeran Jayakarta) oleh VOC yang dilanjutkan dengan pembangunan Kota Batavia Modern diatas reruntuhan Jayakarta adalah pada tahun 1619 M . Kota Batavia menjadi Ibu Kota Hindia Timur dan pusat segala kegiatan VOC di Asia. Ketika itulah Negara dan Bangsa Hindia Belanda mulai tidur, walau seolah-olah jaga. Tahun 1619 tidur dan bangkit tahun 1928, kalau dijumlahkan tahun lama tudurnya adalah 309 tahun seperti kisah ashabul kahfi. Indonesia Karunia Ilahi Indonesia sebuah nama Karunia Ilahi dari proses berfikir dan berjuang untuk mendapatkannya, dibarengi dengan pendekatan ilmu untuk menemukan yang benar.
Hikmat manfaat dari bencana penjajahan yang membelenggu bangsa begitu lama, bangsa dengan izin Tuhan mampu meletakan asas yang kokoh untuk kehidupan berbangsa dan bernegara. Asas yang dapat didirikan sebuah rumah besar diatasnya, yang dapat dihuni oleh seluruh warga bangsanya. Rumah besar Indonesia yang wilayahnya meliputi wilayah administrasi bekas Hindia Belanda, diproklamirkan pada 17 Agustus 1945. Sebagai Negara Indonesia yang merdeka, bersatu, berdaulat, adil dan makmur, yang terbentuk dalam suatu susunan Negara Republik Indonesia, yang berkedaulatan rakyat, dengan berdasar kepada Ketuhanan Y.M.E. Kemanusiaan yang adil dan beradab, Persatuan Indonesia, dan Kerakyatan yang di Pimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan/Perwakilan, serta dengan mewujudkan suatu keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.
Lima Dasar inilah yang harus selalu membimbing dan dijadikan pembimbing oleh bangsa Indonesia. Lima Dasar Negara Indonesia ini harus selalu menjadi ibnu wakti  dalam pengertian suatu kehadiran secara total pada setiap waktu. Manusia Indonesia yang memiliki Dasar Ketuhanan Y.M.E., harus dapat menghadirkanNya dalam setiap menjalankan darma baktinya kepada Tuhan kepada sesama dan kepada lingkungan hidupnya. Mengimani Tuhan berarti seseorang harus selalu mewujudkan kebajikan dalam bentuk pengabdian kepadaNya dengan setulus pengabdian, seakan seseorang itu melihatnya, dan jika tidak mampu melihatNya semestinya seseorang itu sadar, bahwa sesungguhnya Tuhan melihatnya.
Dasar Kemanusiaan yang Adil dan Beradab. Suaru gambaran manusia sempurna, karenanya merupakan manusia universal, dalam kata lain “Insan Kamil” karena Tuhan menciptakan manusia dalam rupaNya (‘ala suratihi). Manusia universal memiliki sifat al adl / keadilan, dalam rangka menegakan kebenaran kepada siapapun tanpa kecuali, walaupun akan merugikan dirinya sendiri, tidak berat sebelah, tidak memihak. Kemanusiaan yang Adil hanya berpihak kepada Kebenaran. Manusia universal adalah yang bermoral,dan beradab. Kemanusiaan yang beradab, bermoral, berkesopanan, selalu menjadi sangat penting di jaman modern ini maupun dijaman apapun .
Dasar Persatuan Indonesia : Menuju terwujudnya Persatuan Bangsa Indonesia . Menuju terwujudnya Persatuan Negara Indonesia. Kesatuan wujud Bangsa Indonesia Kesatuan Wujud Negara Indonesia. Negara Indonesia realitanya terdiri dari berbagai kepulauan besar dan kecil. Bangsanya pun terdiri dari berbagai suku bangsa. Budaya, agama, adat istiadat laksana garis yang terpotong-potong yang harus dipersatukan dalam garis persatuan Indonesia.
Dasar kerakyatan yang dipimpim oleh Hikmah Kebijaksanaan dalam Permusyawaran Perwakilan. Dasar ini mengandung makna perwujudan republik dan demokrasi, yang senantiasa praktis bukan tioritis yang dibimbing oleh Hikmah Kebijaksanaan berbentuk kepintaran dan kemampuan mencapai hasil menyusun rencana yang benar untuk mencapai dan memperoleh hasil yang dikehendaki. Tempat kedudukan Hikmah Kebijaksanaan ialah hati, pusat keputusan moral dan intelektual. Bangsa yang memiliki kecakapan teknis disebut bangsa yang bijaksana. Para pemimpin secara khusus mempubutuhkan hikmat. Pada mereka bergantung keputusan-keputusan yang tepat dalam sosial politik. Tegasnya, Hikmat Kebijaksanaan yang menjadi pimpinan Kerakyatan dan Permusyawaratan adalah segala sesuatu yang dikumpulkan dari pengetahuan tentang jalan-jalan Allah Tuhan Y.M.E. dan menerapkannya dalam hidup sehari-hari.
Dasar Mewujudkan suatu Keadilan Sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. Keadilan pengertiannya sangat dekat dengan kebenaran. Bahwa untuk itu harus ada cara yang benar bagi seseorang maupun penguasa untuk membawakan diri dan cara yang benar untuk memperlakukan orang lain. Perangai atau tingkah laku ini dapat dipaksakan secara hukum. Jalan yang benar, berarti jalan-jalan yang bisa dijalani oleh manusia. Karena ukuran tertinggi dalam hidup manusia diturunkan dari Tuhan. Kehendak Tuhan supaya hidup manusia sungguh-sungguh sesuai dengan susila yang dikehendakinya. Dasar kelima ini adalah memimpin bangsa dan negara kedalam keadilan dan kebenaran sehingga semua rakyat Indonesia mengetahuinya, melakukannya, dan hidup didalamnya dan mentaatinya. Karenanya mari kita wujudkan, kita tumbuh kembangkan didalam negara Indonesia Tanah Air Kita.
Al-Zaytun, 01 Syawwal 1434 H 08 Agustus 2013 M, DR. AS. Panji Gumilang (Syaykh Al-Zaytun)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Aktifitas

Aktifitas
Istana Beras Mahad Al Zaytun