1. Pengkajian Obyek
Subjek kajian
dalam pembahasan Din Al-Islam (DI) ini bersifat abstrak, ia merupakan suatu
alam yang dipersiapkan untuk menuju sebuah nilai. Manusia sebagai obyek yang
akan diproses DI adalah merupakan organisasi nilai-nilai yang disusun secara
terorganisir dari nilai-nilai yang diperolehnya dalam pengalaman hidupnya.
Nilai-nilai yang membentuk kesadaran itu akan tergambar dalam setiap hubungan
antara manusia dengan alam, antara lain;
a. Nilai
kesadaran dalam menghadapi alam fisik,
b. Nilai
kesadaran pribadi,
c. Nilai kesadaran
berumah tangga,
d. Nilai
kesadaran bermasyarakat,
e. Nilai
kesadaran kesadaran berekonomi,
f. Nilai
kesadaran berpolitik, dan lain sebagainya.
Nilai-nilai
yang dimiliki manusia yang beraspek sangat banyak itu merupakan
struktur-struktur yang bertingkat. Keseluruhan struktur-struktur itu berinduk
pada satu struktur sentral yang menjadi pengendaliatas seluruh struktur
nilai-nilai itu. Kekuatan yang mengorganisir nilai-nilai itu sebenarnya
nilai-nilai juga tetapi nilai-nilai itu mempunyai daya yang terkuat. Gaya
itulah yang mengatur seluruh nilai-nilai yang dimiliki oleh manusia.
2. Din Al-Islam Sebagai System Nilai.
Din Al-Islam
adalah satu sistem nilai yang merupakan kekuatan untuk menciptakan manusia
sebagai makhluk ilmiah. Sistem itu terdiri dari seperangkat nilai-nilai yang
dijadikan sebagai landasan penciptaan.
-
Perangkat pertama untuk penciptaan manusia sebagai
makhluk psiko ilmiah diletakkan diatas enam prinsip keilmuan yang kita kenal
dengan Arkan Al-Iman. Inilah prinsip kerja yang pertama dalam penciptaan
manusia menjadi makhluk psiko ilmiah. Iman juga memuat prinsip yang dijadikan
sebagai tujuan penciptaan, karena iman merupakan landasan bagi penciptaan itu.
-
Perangkat kedua yang dijadikan prinsip penciptaan dan
juga berfungsi sebagai perangkat pembangun adalah yang kita kenal dengan
kalimat Arkan Al-Islam yang terdiri dari lima prinsip tekhnik pembinaan.
-
Yang ketiga adalah prinsip-prinsip yang dijadikan
sebagai perwujudan dari struktur makhluk yang diciptakan itu. Wujud struktur
manusia sebagai makhluk yang ilmiah itu digambarkan dengan wujud mekanisme
‘Ilmu’ pada setiap alam, atau wujud dari pembuktian ilmu pada seluruh alam yang
merupakan identitas dari proses kerja ilmu. Karena manusia adalah makhluk
ruhani yang dibangun dari komponen-komponen ‘Ilmu’ tadi. Dan yang keempat yang
merupakan prinsip-prinsip yang memuat tentang proses yang dijadikan
tahapan-tahapan yang harus dilalui dalam penciptaan manusia sebagai makhluk
ilmu. Seperti layaknya penciptaan manusia sebagai makhluk biologis, maka
diperlukan proses-proses itu, maka akan dihasilkan manusia yang lain, yang
lebih berfikir ilmiah dari sebelumnya setelah proses-proses itu dilaksanakan
tahap demi tahap. Tentang fase-fase dan pengertiannya nanti dibahas dalam
artikel lanjutannya. Insya Allah.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar