Minggu, 26 Januari 2014

PENCIPTAAN MANUSIA ILMIAH SOLUSI ALAMI DALAM HIDUP BERNEGARA DENGAN CARA ILAHIAH

Manusia adalah makhluk dengan rahasia terbesar yang diciptakan Allah dimuka bumi ini. Karena manusia punya dua unsur yang dilihat secara kasat mata sangat bertentangan, tetapi dalam kacamata ilmu sangat berhubungan. 1. Jasmani Manusia sebagai makhluk biologis diciptakan oleh Allah sebaik-baik penciptaan. Manusia memiliki banyak perangkat keras yang terpasang diseluruh tubuhnya dengan nama dan fungsi serta efek yang sangat beragam. 2. Ruhani Dan manusia juga sebagai makhluk dengan perangkat lunak paling lengkap dan inilah yang membedakannya dengan makhluk manapun dimuka bumi ini. Dalam tulisan ini penulis ingin membahas hubungan manusia dengan kemajuan dan kemunduran pemikiran manusia dari sudut pembentukkan manusia oleh Negara tempat manusia itu hidup. Karena dalam pandangan penulis maju atau mundurnya peradaban manusia dalam sebuah Negara tergantung dari pembentukkan Negara itu terhadap psiko ilmiah manusia yang ada didalamnya. 1. Din Al-Islam Sebagai Teori Penciptaan Psiko Ilmiah Obyek yang dikaji dalam pembahasan Din Al-Islam (DI) ini bersifat abstrak, ia merupakan suatu alam yang dipersiapkan untuk menuju sebuah nilai. Manusia sebagai obyek yang akan diproses DI adalah merupakan organisasi nilai-nilai yang disusun secara terorganisir dari nilai-nilai yang diperolehnya dalam pengalaman hidupnya. Nilai-nilai yang membentuk kesadaran itu akan tergambar dalam setiap hubungan antara manusia dengan alam, antara lain; a. Nilai kesadaran dalam menghadapi alam fisik, b. Nilai kesadaran pribadi, c. Nilai kesadaran berumah tangga, d. Nilai kesadaran bermasyarakat, e. Nilai kesadaran kesadaran berekonomi, f. Nilai kesadaran berpolitik, dan lain sebagainya. Nilai-nilai yang dimiliki manusia yang sangat beragam itu merupakan struktur-struktur yang bertingkat. Keseluruhan struktur-struktur itu berinduk pada satu struktur sentral yang menjadi pengendali atas seluruh struktur nilai-nilai itu. Kekuatan yang mengorganisir nilai-nilai itu sebenarnya nilai juga, tetapi nilai inilah mempunyai daya yang terkuat. Daya itulah yang mengatur seluruh nilai-nilai yang dimiliki oleh manusia. Daya atau nilai inilah yang disebut dengan Din Al-Islam. Dalam tataran bahasa masih banyak yang tak suka dengan bahasa ini, tetapi sebenarnya adalah manusia yang yang terikat dengan nilai inilah yang akan mewarnai bumi ini dengan system nilai yang universal dan apabila semua orang memahami nilai ini maka semua akan setuju dan membawa nilai ini kepada kebaikan yang mengglobal. Bahkan sesungguhnya nilai ini umum dipakai dalam masa kini sebagai nilai bernegara di Negara-negara modern. Walau banyak diantara mereka tak menyadari dengan nilai yang diterapkan adalah Din Al-Islam dengan bahasa mereka. Pemahaman yang sangat sederhana dari nilai ini adalah Husnul Khuluq, dalam kalimat yang lain berarti kebaikan etika, moral atau tatakrama. Disaat manusia mempunyai takaran nilai kebaikan, maka disitulah Din Al-Islam sebenarnya ada dalam dirinya, sadar atau tidak sadar telah memakainya. 2. Din Al-Islam Sebagai System Nilai Din Al-Islam adalah satu sistem nilai yang merupakan kekuatan untuk menciptakan manusia sebagai makhluk ilmiah. Sistem itu terdiri dari seperangkat nilai-nilai yang dijadikan sebagai landasan penciptaan. Secara umum ada dua tekhnik penciptaan manusia sebagai makhluk psiko ilmiah dengan system nilai ini yaitu, menempatkan manusia diatas enam prinsip keilmuan yang kita kenal dengan Arkan Al-Iman. Inilah prinsip kerja yang pertama dalam penciptaan manusia menjadi makhluk psiko ilmiah. Iman juga memuat prinsip yang dijadikan sebagai tujuan penciptaan, karena iman merupakan landasan bagi penciptaan itu. Perangkat kedua yang dijadikan prinsip penciptaan dan juga berfungsi sebagai perangkat pembangun adalah yang kita kenal dengan kalimat Arkan Al-Islam yang terdiri dari lima prinsip tekhnik pembinaan. Karena manusia adalah makhluk ruhani yang dibangun dari komponen-komponen prinsip ilmu dari tekhnik yang pertama tadi. Maka disinilah fungsi orang yang benar-benar memahami dua prinsip tadi untuk memberikan pemahaman menyeluruh bagaimana sesungguhnya aplikasi dua prinsip tadi bisa bekerja sebagai penciptaan manusia sebagai makhluk psiko ilmiah yang akan mewarnai bumi ini dengan kalimat Tuhan dengan sebenar-benarnya penafsiran. Kemudian kemajuan peradaban yang dicita-citakan akan mencapai wujud yang tak abstrak lagi.

Kamis, 09 Januari 2014

7 Sunnah untuk diamalkan setiap hari

Hendaklah kita sentiasa menjaga tujuh sunnah Nabi setiap hari. Ketujuh- tujuh sunnah Nabi Muhammad Rasulullah SAW itu adalah: 1. Tahajjud Hal ini kerana kemuliaan seorang mukmin terletak pada tahajjudnya. 2. Membaca Al-Quran sebelum terbit matahari Alangkah baiknya sebelum mata melihat dunia, sebaik-baiknya membaca Al-Quran terlebih dahulu dengan penuh pemahaman. 3. Jangan tinggalkan masjid Masjid merupakan pusat keberkatan bukan kerana muadzin tetapi panggilan Allah yang mencari orang beriman untuk memakmurkan masjid Allah. 4. Jaga solat dhuha Kunci rezeki terletak pada solat dhuha. 5. Jaga sedekah setiap hari Allah menyukai orang yang suka bersedekah dan malaikat mendoakan untuk orang yang bersedekah pada setiap hari. 6. Jaga wuduk terus menerus Allah menyayangi hamba yang berwudu’. Kata Khalifah Ali bin Abu Talib r.a, “Orang yang selalu berwudu’ senantiasa akan merasa solat walaupun ia sedang tidak solat, dan dijaga oleh Malaikat dengan dua doa, ampuni dosa dan sayangi dia Ya Allah”. 7. Amalkan istighfar setiap saat Dengan istighfar masalah yang terjadi kerana dosa kita akan dijauhkan oleh Allah. Zikir adalah bukti syukur kita kepada Allah. Mari kita renungkan kalam sayyidina Ali Karramallahu Wajhah : Aku khawatir terhadap suatu masa yang rodanya dapat menggilas keimanan Keyakinan hanya tinggal pemikiran yang tidak berbekas dalam perbuatan Ada orang baik tapi tidak berakal, ada orang berakal tapi tidak beriman Ada yang berlisan fasih tapi berhati lalai, ada yang khusyu` namun sibuk dalam kesendirian Ada ahli ibadah tapi mewarisi kesombong iblis, ada ahli maksiat tapi rendah hati bagaikan sufi Ada yang banyak tertawa hingga hatinya berkarat, ada yang banyak menangis karena kufur nikmat Ada yang murah senyum tapi hatinya mengumpat, ada yang berhati tulus tapi wajahnya cemberut Ada yang berlisan bijak tapi tidak memberi teladan, ada juga penzina yang tampil sebagai figur panutan Ada yang punya ilmu tapi tidak paham, ada yang paham ilmu tapi tidak mengamalkannya Ada yang pintar tapi tukang membodohi umat, ada yang bodoh malah sok pintar Ada yang beragama tapi tidak berakhlaq, ada yang berakhlaq tapi tidak bertuhan Lalu di antara semua itu, di mana aku berada ? *Astagfirullahaladzim.. ampuni dosa ku ya Rabb… 1.* Janganlah engkau tergesa-gesa mencela seseorang karena dosanya.Sebab barangkali dosanya telah diampuni. Dan janganlah engkau merasa aman akan dirimu karena suatu dosa kecil. Sebab, barangkali engkau akan diazab karena dosa kecilmu itu. 2.* Jauhilah olehmu posisi mengemukakan alasan. Sebab, ada kalanya alasan justru menetapkan kesalahan terhadap orang yang berdalih itu, meskipun dia bersih daridosa itu. 3.* Barangsiapa yang telah kehilangan keutamaan kejujuran dalam pembicaraannya, maka dia telah kehilangan akhlaknya yang termulia. 4.* Buruk sangka melayukan hati, mencurigai orang yang terpercaya, menjadikan asing kawan yang ramah, dan merusak kecintaan saudara. LIMA PESAN NABI MUHAMMAD SAW Berkata Nabi Muhammad SAW : “ Jagalah 5 perkara sebelum datangnya 5 perkara “. 1. Mudamu sebelum datang tuamu Apakah yang akan kita persiapkan diwaktu tua ? 2. Sehatmu sebelum datang sakitmu Diwaktu kita sehat apa yang kita lakukan ? 3. Waktu luangmu sebelum datang sibukmu. 4. Kayamu sebelum datang miskinmu. 5. Hidupmu sebelum datang matimu.

PENGERTIAN DAKWAH

Definisi Dakwah Menurut Bahasa/Etimologi: Menurut kamus besar bahasa arab :دعا – يدعو- دعوةartinya : panggilan, ajakan, seruan. Pengertian seperti di atas banyak terdapat di dalam ayat Al-Qur'an, salah satunya : قال ربّ السّجن أحبّ إللىّ ممّا يدعوننى إليه (يوسوف :۳۳) " Yusuf berkata : Wahai Tuhanku, penjara lebih aku sukai daripada memenuhi ajakan kepadaku. " ( QS. Yusuf : 33 ) Definisi Dakwah Menurut Istilah/ Terminologi: Ulama' memberikan definisi Dakwah dengan berbagai maca definisi, antara lain : a. Menurut Syaikh Ali Makhfudh dalam kitab “ Hidayatul Mursyidin “ mendorong manusia dan menyeru mereka kepada kebajikan dan mencegah mereka dari perbuatan mungkar. b. Menurut Syaikh Muhammad Khidr Husain dalam buku " Al-Dakwah ila al Ishlah "Upaya untuk memotifasi orang agar berbuat baik dan mengikuti jalan petunjuk, dan melakukan amr ma'ruf nahi mungkar dengan tujuan mendapatkan kesuksesan dan kebahagiaan di dunia dan akhirat c. Menurut HSM. Nasaruddin Latif dalam buku “ Teori dan Praktek Dakwah Islamiyah “:Setiap usaha atau aktivitas dengan lisan atau lukisan yang bersifat menyeru, mengajak, memanggil manusia lainnya untuk beriman dan mentaati Allah sesuiai dengan syari’at dan aqidah Islam d. Menurut Prof. Dr. H. Abu Bakar Atjeh dalam buku “ Beberapa Catatan Mengenai Dakwah Islam “:Seruan kepada semua manusia untuk kembali dan hidup sepanjang ajaran Allah yang benar dilakukan dengan bijaksana dan nasehat baik. e. Menurut Prof. Toha Yahya Oemar, MA:Mengajak manusia dengan cara bijaksana kepada jalan yang benar sesuai dengan perintah Tuhan untuk kemaslahatan dan kebahagiaan dunia akhirat f. Menurut Drs. H. Masdare Helmy: Mengajak dan menggerakkan manusia agar mentaati ajaran Allah termasuk amar ma’ruf nahi Mungkar Tiga unsur yang harus diperhatikan walaupun terdapat definisi – definisi yang berbeda adalah : 1) Proses penyampaian ajaran Islam dari seseorang kepada orang lain 2) Penyampaian ajaran Islam tersebut dapat berupa amar ma’ruf nahi mungkar. 3) Usaha tersebut dilakukan secara sadar dengan tujuan terbentuknya suatu individu atau masyarakat yang taat dan mengamalkan ajaran agama Islam. Fadhilah Dakwah itu meliputi : 1) Dakwah adalah amalan yang paling mulia 2) Dakwah adalah jalan hidup Nabi Muhammad SAW 3) Pahala dakwah akan mengalir terus menerus, Rasulullah SAW bersabda ," Barang siapa yang menyeru kepada hidayah, dia akan memperoleh pahala orang yang mengikutinya tanpa mengikuti pahala orang yang mengikutinya sedikit pun …". (H.R. Muslim) 4) Dakwah adalah bagian dari jihad fisabilillah, Nabi Muhammad bersabda ," Berjihadlah kalian dengan tangan, lidah dan harta ." ( H.R. An Nasa'I ) Istilah – Istilah Yang Berkaitan Dengan Dakwah a. Tabligh :Menyampaikan ajaran Islam kepada orang lain. Pelakunya disebut : “ Muballigh “ b. Khutbah: Berasal dari kata خطب yang artinya ; mengucapkan atau berpidato, pelakunya disebut “ Khotib “. Menurut Abu Bakar Atceh Khutbah adalah dakwah atau tabligh yang diucapkan dengan lisan padaupacara – upacara agama seperti khutbah jum'at, khutbah hari raya, khutbah nikah dan lain – lain yang memiliki corak syarat dan rukun tertentu. c. Nashihah : Menyampaikan perkataan yang baik kepada seseorang atau beberapa orang untuk memperbaiki sikap dan tingkah lakunya, pelakunya disebut “ نا صح “ d. Fatwa : Memberikan uraian atau keterangan agama mengenai suatu masalah, pelakunya disebut “ Mufti “ e. Tabsyir/ Targhib : Memberikan uraian keagamaan kepada orang lain yang isinya berupa berita menggembirakan orang yang menerimanya, pelakunya disebut “ Mubassyir “ f. Tandzir/ Tarhib : Menyampaikan ajaran Islam kepada orang lain yang isinya berupa berita peringatan atau ancaman bagi yang melanggar syari’at, pelakunya disebut “ Mundzir “ Hakikat Dakwah Tiga hal yang disebut sebagai Dakwah Islamiyah, adalah : 1. Kebebasan Dakwah Islam adalah ajakan kepada ummat manusia agar tujuan untuk meyakinkan obyek dakwah terhadap syari'at – syari'at Islam dapat tercapai hanya dengan persetujuan tanpa adanya paksaan dari obyek dakwah 2. Rasionalitas Dakwah Islam adalah ajakan untuk berpikir, berdebat dan berargumen adapun tiga hal yang berkaitan dengan metodologi rasionalitas adalah : a. Dakwah Islam itu menolak semua ajaran yang tidak berkaitan dengan realitas b. Menafikan hal – hal yang sangat bertentangan c. Terbuka dengan bukti baru atau berlawanan yang akan melindungi ummat dari sikap literatisme, fanatisme, dan konservatisme yang menimbulkan stagnasi 3. Universal Universalitas dakwah di sini bahwa obyek dakwah Islam adalah semua manusia dan tanpa mengenal batasan ( universal ). Islam memandang semua orang adalah mempunyai kewajiban untuk mendengar bukti dan menerima kebenaran. Islam mengandung ajaran - ajaran dasar yang berlaku untuk semua tempat dan zaman, seperti ungkapan bahasa arab " Al- islam shalih fi kulli zaman wa makan. " Selain itu universal di sini juga bias berarti tanpa mengenal batas – batas etnis (batas – batas tempat ) dan batas – batas masa. Definisi Ilmu Dakwah Hasil rumusan definisi Ilmu dakwah pada pertemuan para sarjana Fakultas Dakwah se-Jawa Tahun 1978 : a. Ilmu yang mempelajari proses penyampaian ajaran agama Islam kepada ummat b. Ilmu yang mempelajari hubungan antara unsur-unsur dakwah c. Ilmu pengetahuan yang mempelajari gejala penyampaian agama dan proses keagamaan dalam segala segi Menurut Toha Yahya Oemar definisi Ilmu Dakwah adalah; a. Secara umum : Suatu ilmu pengetahuan yang berisi cara-cara dan tuntunan-tuntunan bagaimana seharusnya menarik perhatian manusia untuk menganut, menyetujui, melaksanakan suatu ideologi, pendapat, pekerjaan yang tertentu b. Definisi menurut Islam ( khusus ) : mengajak manusia dengan cara bijaksana kepada jalan yang benar sesuai dengan peringatan Tuhan untuk kemaslahatan dan kebahagiaan dunia akhirat Menurut Dr. Ahmad Ghalwasy dalam buku " Ad Dakwah Al-Islamiyyah ":Ilmu dakwah adalah ilmu yang dipakai untuk megetahui berbagai seni menyampaikan kandungan ajaran Islam, baik itu aqidah, syari'at maupun akhlaq. PENGANTAR ILMU DAKWAH ILMU DAKWAH • Pengertian dakwah menurut bahasa Arab (da’a, yad’u, da’watan) yang berarti menyeru, memanggil, mengajak, mengundang, memohon dan meminta atau doa. • Adapunpngertiandakwahsecaraterminologi, dapatdikemukakanpendapat para ahli, antaralain: 1.Menurut Syekh Ali Mahfudh:bahwa mendorong manusia agar berbuat kebajikan dan petunjuk, menyuruh mereka berbuat yang makruf, dan melarang mereka dari perbuatan munkar, agar mereka mendapat kebahagiaan di dunia dan di akhirat. • Pengertian ilmu dakwah menurut para ahli, antara lain: 1. Menurut Prof Toha yahya Omar M.A adalah suatu ilmu pengetahuan yang berisi tentang cara-cara dan tuntutan, bagaimana menarik perhatian, untuk menganut, menyetujui, melaksanakan suatu idiologi, pendapat, dan pekerjaan tertentu. 2. Menurut Drs H. Masdar Helmi bahwa ilmu dakwah adalah ilmu yang mempelajari ajakan dan kegiatan manusia dalam menyampaikan ajaran Islam kepada sesama manusia untuk kebahagiaan baik di dunia maupun diakhirat FUNGSI DAN TUJUAN DAKWAH ISLAM Secara umum, fungsi dakwah ada dua aspek, yaitu: 1. Aspek tingkatan isi (pesan ) dakwah Isi atau pesan dakwah yang disampaikan meliputi beberapa tahap yang harus dicapai, yaitu: a. Menanamkan pengertian. b. Membangkitkan kesadaran. c. Mengaktualisasikan dalam tingkah laku. d. Melestarikan dalam kehidupan, Untuk melestarikan ajaran islam dalam kehidupan manusia, ada beberapa aspek 1) Preventif, yaitu usaha pencegahan sebelum timbulnya penyimpangan dari norma agama dengan berusaha mencari pangkal penyebabnya dan cara mengatasinya. 2) Edukatif, yaitu membina dan memperbaiki masyarakat dengan menanamkan nilai-nilai ajaran Islam. 3) Rehabilitatif, yaitu memperbaiki kembali kerusakan-kerusakan yang terjadi dalam masyarakat, seperti pelanggaran susila dan kemunkaran-kemunkaran, dan diarahkan kembali kepada jalan yang diridhoi oleh Allah swt . 2. Dari aspek misi perubahan masyarakat. M. Syafaat Habib mengemukakan bahwa fungsi dakwah sebagai agen perubahan masyarakat sebagai berikut: A. Aspek praktisnya.maka dakwah memajukan segala bidang tingkah laku manusia B. Aspek natur atau keadaan manusia sendiri. C. Aspek peranannya sebagai pembaharu masyarakat . D. Dari aspek kehidupan manusia dan tujuan hidupnya, maka dakwah akan memberikan filter (penyaring) E. Dari aspek diri manusia terutama dari segi psikisnya, maka dakwah memberikan pengembangan yang lebih baik. F. Dari aspek keinginan manusia yang selalu berkembang, maka dakwah memberikan pengetahuan. G. Dari aspek perlunya manusia berkomunikasi dengan Allah swt, maka dakwah merupakan “missi Uluhiyah”.  TUJUAN DAKWAH a. Tujuan utama dakwah telah dirumuskan dalam pengertian dakwah, yaitu terwujudnya kebahagiaan dan kesejahteraan hidup manusia di dunia dan diakhirat yang diredhai oleh lAlah swt . b. Tujuan Departemental merupakan tujuan perantara, yang berintikan nilai-nilai yang dapat mendatangkan kebahagiaan an kesejahteraan yang diredhai oleh Allah swt, sesuai dengan bidang kehidupan yang di binanya. SEJARAH PERKEMBANGAN PEMIKIRAN ILMU DAKWAH A. Tahap Pertumbuhan Pemikiran (Sejak Zaman Klasik) Tahap ini disebut sebagai tahap pertumbuhan pemikiran, sebab dakwah belum dijelaskan secara sistimatis dan konprehensif sebagai sebuah bangunan ilmu. Pada tahap ini dakwah hanyadipandang sebagai aktivitas yang harus dilakukan oleh umat Islam B. Tahap Pemikiran Dakwah sebagai Fenomena Tauhid, Sosial, dan Sejarah (1896-1941)II Tahap ini dakwah Islam dikaji dalam perspektif tauhid, sosial, dan sejarah. C. Tahap Pemikiran Dakwah sebagai Kajian Akademik di Perguruan Tinggi (1942-1980) Tahun 1942 terbit buku yang membahas tentang dakwah Islam berjudul Hidayah al-Mursyidin. Buku ini dituli soleh Syekh Ali Mahfudz. Buku ini menjadi dasar diakuinya Ilmu Dakwah dalam dunia akademik di Universitas Al-Azhar, Mesir. D.Tahap Pemikiran Dakwah Secara Sistimatis Melalui Pendekatan Epistemologi dan Sistem Analisis (1981-Sekarang) Tahap ini dakwah Islam sudah mulai dikaji berdasarkan prinsip-prinsip keilmuan yang sistimatis dengan menggunakan pendekatan ontologi, epistimologi, dan aksiologi. DISIPLIN ILMU DAKWAH 1.Disiplin dakwah islam diuraikan dengan bertumpu pada bangunan epistimologis dakwah. 2.Elaborasi disiplin dilaksanakan dalam dua tarikan. Tarikan teoritik (Disiplin murni, Demensi Rasional). Tarikan terapan (Berkaitan dengan teknologi dakwah, Demensi empiric). 3. Bersifat komprehensif (Berkaitan disiplin dakwah islam satu dengan yang lainnya, baik dalam kaitan rasional, maupun empiric). DASAR HUKUM BERDAKWAH Setiap muslim berkewajiban untu kberdakwah, hal ini sesuai dengan firman Allah SWT Dalam Surat An-Nahl ayat : 125 yang artinya: Serulah (manusia) kepada jalan Tuhan-mu dengan hikmah dan pelajaran yang baik dan bantahlah mereka dengan cara yang baik. Sesungguhnya Tuhanmu Dialah yang lebih mengetahui tentang siapa yang tersesat dari jalan-Nya dan Dialah yang lebih mengetahui orang-orang yang mendapat petunjuk. Ayat diatas dapat kita pahami bahwa kewajiban untuk berdakwah merupakan kewajiban bagi setiap muslim. Dari ayat diatas dapat kita simpulkan bahwa kewajiban untuk berdakwah adalah Fardhu ’Ain merupakan kewajiban bagi setiap muslim. Firman Allah SWT yang menunjukkan bahwa Hukum berdakwah merupakan Fardhu Kifayah dalam Surat Ali Imran ayat : 104 yang artinya: Dan hendaklah ada di antara kamu segolongan umat yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh kepada yang ma'ruf dan mencegah dari yang mungkar merekalah orang-orang yang beruntung. UNSUR-UNSUR DAKWAH Unsur-unsur dakwah dalam proses dakwah terdiri dari da'i (pelaku dakwah), maudu' (materi dakwah), uslub (metode dakwah), washilah (media dakwah), mad'u (objek dakwah) dan tujuan dakwah. BENTUK-BENTUK KEGIATAN DAKWAH ISLAM Dakwah bil-Lisan Dakwah jenis ini adalah penyampaian informasi atau pesan dakwah melalui lisan (ceramah atau komunikasi langsung antara subyek dan obyek dakwah). Dakwah bit-Tadwin Memasuki zaman global seperti saat sekarang ini, pola dakwah bit at-Tadwin (dakwah melalui tulisan) baik dengan menerbitkan kitab-kitab, buku, majalah, internet, koran, dan tulisan-tulisan yang mengandung pesan dakwah sangat penting dan efektif. Dakwah bil Hikmah Dakwah bil Hikmah Yakni menyampaikan dakwah dengan cara yang arif bijaksana, yaitu melakukan pendekatan sedemikian rupa sehingga pihak obyek dakwah mampu melaksanakan dakwah atas kemauannya sendiri, tidak merasa ada paksaan, tekanan maupun konflik. MODEK-MODEL DAKWAH ISLAM  Dakwah Hizbiyah yaitu dakwah yang dilakukan terhadap mad’u (komunikan) yang terorganisir atau kelompok organisasi tertentu.  Dakwah Ummah yaitu dakwah yang dilaksanakan pada mad’u yang bersifat massa.  Dakwah Syu’ubiyah Qabailiyah (dakwah antar suku, budaya, dan bangsa), yaitu dakwah yang berlangsung dalam konteks antar bangsa atau budaya (da’i dan mad’u yang berbeda suku dan budaya dalam kesatuan bangsa atau berbeda bangsa).

Aktifitas

Aktifitas
Istana Beras Mahad Al Zaytun