Kamis, 09 Juni 2016

Bacalah, Dengan Nama Tuhan-mu




Titik dasar kemajuan bangsa yang dinginkan adalah tatkala semuanya bersepakat bahwa membaca adalah modal dasar manusia menuju kemajuan, baik secara personal ataupun kolektif berbangsa dan bernegara. Hal itu sesuai dengan karakteristik manusia sebagai makhluk yang membutuhkan pengetahuan kalau mau merasakan kemajuan dan keberhasilan. Membaca adalah sebuah pekerjaan yang mudah tapi juga sangat sulit dilakukan.
Mudah apabila waktu membaca itu dilakukan dengan ilmu yang mumpuni dan dengan kesadaran tinggi bahwa yang dilakukan punya tujuan. Sulit kalau membaca itu dilakukan dengan sangat tidak sabar dan sangat tidak punya tujuan apalagi dengan ilmu yang belum sampai ke taraf mesti membaca.
Dalam sebuah acara Orientasi Penerimaan Mahsiswa baru IAI Azaytun Indonesia (IAI ALAZIS),  Rektor IAI ALAZIS mempunyai pandangan yang serius tentang cara dan budaya membaca ini, beliau memberikan uraian bahwa titk terang bangsa arab memajukan dirinya adalah dengan kedatangan Muhammad SAW yang mengajak bangsa itu untuk ‘membaca’. Karena setelah itu, bangsa arab ‘dipaksa’ untuk ‘bangun’ dari tidurnya, ‘dipaksa’  untuk membesarkan aturan yang terbaik buat bangsanya, ‘dipaksa’  untuk ‘membersihkan’ ‘pakaiannya’ dan terakhir dipaksa untuk meninggalkan kebiasaan-kebiasaan yang menjadikan bangsanya sebagai bangsa yang terbelakang secara peradaban.
Betapa dahsyatnya pengaruh membaca  bagi segenap peradaban yang menginginkan kemajuan dan kegemilangan. Betapa indahnya tatkala semua manusia membaca dengan hati dan pikirannya yang jernih. Betapa mengagumkannya sebuah bangsa yang bisa membaca perjalanan sejarahnya dengan mahir dan terukur, karena tatkala kita memabaca perjalanan sebuah peradaban lampau apabila kita tidak mahir dalam memabacanya, bukan kemajuan yang akan didapat, tapi sebuah kegagalanlah yang akan tercermin dari hasil bacaan yang tak mempunyai kemahiran yang cukup untuk itu.
Membaca seperti apa yang dimaksud??

Ada dua kemungkinan yang kita punya dalam hal membaca ini, pertama membaca secara hurup per hurup yang ada di dalam bacaan, baik itu dibuku ataupun media lain yang bisa dibaca secara rangkaian hurup-hurup. Dan kedua dan yang paling penomenal dalam sejarah peradaban umat manusia adalah membaca yang diajarkan para nabi dan rosul serta orang-orang yang kita sebut mempunyai peradaban maju disaat mereka hidup pada zamannya.
Bagaimana Adam AS diajarkan nama-nama benda yang ada disekitarnya, bukankah itu membaca juga?
Bagaimana Musa AS memberikan pemahaman yang tinggi kepada kaumnya tentang ajaran Ilahi yang membuat kaumnya berani melangkahkan kaki keluar dari Mesir sebagai efek bacaan yang dilakukan Musa AS, tidakkah Musa mengajarkan dengan membaca?
Dan bagaimana Muhammad SAW ditegur oleh Allah dengan  kalimat ‘iqro’, bacalah !, maka kegemilangan bangsa arab muncul ditengah peradaban yang sangat gelap ketika itu.
Maka maksud tulisan ini adalah mengajak segenap kita untuk mulai membaca dengan baik dan benar, Bagaimana kita kini sebagai bangsa?
Mengapa kita seperti ini ?
Apa yang mesti kita lakukan?
Sebagai bangsa yang besar tak layak kita jadi negara kelas tiga di tataran bangsa-bangsa di dunia ini, tak layak kita jadi bengsa penghutang, tak pantas kita jadi bangsa tempe yang gampang putus asa menghadapi permasalahan, karena kita bangsa yang besar dan gemilang.
Dan solusi yang terbaik adalah kita simak Ayat Yang turun pertama kali kepada Nabi Muhammad SAW
Bacalah, dengan isme Tuhanmu yang sudah menciptakan.
Telah menciptakan manusia dari sebuah ikatan (’alaq)
Bacalah, dan Tuhanmulah yang akan memberikanmu kasih yang tak terhingga.
Begitulah Tuhan memberikan sebuah solusi untuk manusia yang ingin mengecap kejayaan dan kemuliaan yang diinginkan. Dan kemudian Tuhanpun mengabarkan bagaimana menjadi manusia yang siap untuk menjemput kegemilangannya dengan ayat yang berikutnya,
Hai manusia yang sedang berkemul,
Bangunlah, berilah peringatan.
Dan aturan Tuhanmu tegakkan
Dan pakaianmu bersihkan,
Dan perbuatan dosa tinggalkan.
Konsep inilah yang Tuhan ajarkan kepada manusia yang ingin memajukan dirinya dan bangsanya agar apa yang diinginkannya tercapai dengan cara dan konsep yang dianjurkan oleh Yang Punya Kehendak.
Akhir kata, marilah kita belajar membaca kembali untuk negeri kita yang semakin hari semakin terlelap, hanya mimpi buruk dan angan-angan yang sedang dirasa dan diingat dalam tidurnya yang teramat panjang.
Semoga Bermanfaat untuk kita semua.

Aktifitas

Aktifitas
Istana Beras Mahad Al Zaytun