Titik dasar kemajuan bangsa yang
dinginkan adalah tatkala semuanya bersepakat bahwa membaca adalah modal dasar
manusia menuju kemajuan, baik secara personal ataupun kolektif berbangsa dan
bernegara. Hal itu sesuai dengan karakteristik manusia sebagai makhluk yang
membutuhkan pengetahuan kalau mau merasakan kemajuan dan keberhasilan. Membaca
adalah sebuah pekerjaan yang mudah tapi juga sangat sulit dilakukan.
Mudah apabila waktu membaca itu
dilakukan dengan ilmu yang mumpuni dan dengan kesadaran tinggi bahwa yang
dilakukan punya tujuan. Sulit kalau membaca itu dilakukan dengan sangat tidak
sabar dan sangat tidak punya tujuan apalagi dengan ilmu yang belum sampai ke
taraf mesti membaca.
Dalam sebuah acara Orientasi
Penerimaan Mahsiswa baru IAI Azaytun Indonesia (IAI ALAZIS), Rektor IAI
ALAZIS mempunyai pandangan yang serius tentang cara dan budaya membaca ini,
beliau memberikan uraian bahwa titk terang bangsa arab memajukan dirinya adalah
dengan kedatangan Muhammad SAW yang mengajak bangsa itu untuk ‘membaca’. Karena
setelah itu, bangsa arab ‘dipaksa’ untuk ‘bangun’ dari tidurnya,
‘dipaksa’ untuk membesarkan aturan yang terbaik buat bangsanya,
‘dipaksa’ untuk ‘membersihkan’ ‘pakaiannya’ dan terakhir dipaksa untuk
meninggalkan kebiasaan-kebiasaan yang menjadikan bangsanya sebagai bangsa yang
terbelakang secara peradaban.
Betapa dahsyatnya pengaruh
membaca bagi segenap peradaban yang menginginkan kemajuan dan
kegemilangan. Betapa indahnya tatkala semua manusia membaca dengan hati dan
pikirannya yang jernih. Betapa mengagumkannya sebuah bangsa yang bisa membaca
perjalanan sejarahnya dengan mahir dan terukur, karena tatkala kita memabaca
perjalanan sebuah peradaban lampau apabila kita tidak mahir dalam memabacanya,
bukan kemajuan yang akan didapat, tapi sebuah kegagalanlah yang akan tercermin
dari hasil bacaan yang tak mempunyai kemahiran yang cukup untuk itu.
Membaca seperti apa yang dimaksud??
Ada dua kemungkinan yang kita punya
dalam hal membaca ini, pertama membaca secara hurup per hurup yang ada di dalam
bacaan, baik itu dibuku ataupun media lain yang bisa dibaca secara rangkaian
hurup-hurup. Dan kedua dan yang paling penomenal dalam sejarah peradaban umat
manusia adalah membaca yang diajarkan para nabi dan rosul serta orang-orang
yang kita sebut mempunyai peradaban maju disaat mereka hidup pada zamannya.
Bagaimana Adam AS diajarkan
nama-nama benda yang ada disekitarnya, bukankah itu membaca juga?
Bagaimana Musa AS memberikan
pemahaman yang tinggi kepada kaumnya tentang ajaran Ilahi yang membuat kaumnya
berani melangkahkan kaki keluar dari Mesir sebagai efek bacaan yang dilakukan
Musa AS, tidakkah Musa mengajarkan dengan membaca?
Dan bagaimana Muhammad SAW ditegur
oleh Allah dengan kalimat ‘iqro’, bacalah !, maka kegemilangan bangsa
arab muncul ditengah peradaban yang sangat gelap ketika itu.
Maka maksud tulisan ini adalah
mengajak segenap kita untuk mulai membaca dengan baik dan benar, Bagaimana kita
kini sebagai bangsa?
Mengapa kita seperti ini ?
Apa yang mesti kita lakukan?
Sebagai bangsa yang besar tak layak
kita jadi negara kelas tiga di tataran bangsa-bangsa di dunia ini, tak layak
kita jadi bengsa penghutang, tak pantas kita jadi bangsa tempe yang gampang
putus asa menghadapi permasalahan, karena kita bangsa yang besar dan gemilang.
Dan solusi yang terbaik adalah kita
simak Ayat Yang turun pertama kali kepada Nabi Muhammad SAW
Bacalah, dengan isme Tuhanmu yang
sudah menciptakan.
Telah menciptakan manusia dari
sebuah ikatan (’alaq)
Bacalah, dan Tuhanmulah yang akan
memberikanmu kasih yang tak terhingga.
Begitulah Tuhan memberikan sebuah
solusi untuk manusia yang ingin mengecap kejayaan dan kemuliaan yang
diinginkan. Dan kemudian Tuhanpun mengabarkan bagaimana menjadi manusia yang
siap untuk menjemput kegemilangannya dengan ayat yang berikutnya,
Hai manusia yang sedang berkemul,
Bangunlah, berilah peringatan.
Dan aturan Tuhanmu tegakkan
Dan pakaianmu bersihkan,
Dan perbuatan dosa tinggalkan.
Konsep inilah yang Tuhan ajarkan
kepada manusia yang ingin memajukan dirinya dan bangsanya agar apa yang
diinginkannya tercapai dengan cara dan konsep yang dianjurkan oleh Yang Punya
Kehendak.
Akhir kata, marilah kita belajar
membaca kembali untuk negeri kita yang semakin hari semakin terlelap, hanya
mimpi buruk dan angan-angan yang sedang dirasa dan diingat dalam tidurnya yang
teramat panjang.
Semoga
Bermanfaat untuk kita semua.